Pada kali
ini saya akan membahas mengenai pengertian, fungsi, contoh-contoh dan juga
jenis-jenis dari repeater, bridge dan Network Interface Card (NIC) yang harus
kalian tau khususnya untuk teman sekalian yang sedang belajar tentang perangkat
jaringan.
1.
Repeater
a.
Pengertian Repeater
Repeater
atau sebuah perangkat keras jaringan yang berguna sebagai pemerluas sebuah
jaringan. Seperti halnya ketika kalian terhubung dengan koneksi internet wifi misalnya,
namun pada kasus tersebut kalian berada di ruangan dengan sekat atau pemisah
ruang antar komputer dengan server jaringan. Nah di sinilah peranan
repeater berlangsung .
Repeater
akan memudahkan kalian dalam menangkap sebuah sinyal jaringan yang besar, namun
perlu kalian tau kalau semakin kencang sebuah jaringan maka akan semakin luas
pula jangkauan repeater namun jika kecepatan jaringan mengecil maka akan
semakin sempit pula jangkauannya sehingga poin sinyal yang kalian dapatkan pun
jadi berkurang.
b. Contoh Jenis-Jenis Repeater
Sebelum
mulai ke bagian pembahasan mengenai fungsi dan juga cara kerja repeater , ada
jenis-jenis repeater yang menarik untuk di bahas dan tentunya ini wajib untuk
kalian ketahui yang di antaranya ialah sebagai berikut.
1) Telephone Repeater
Seperti
namanya yaitu repeater telephone, ini merupakan sebuah perangkat repeater yang
digunakan sebagai penerima sinyal agar sinyal yang di terima oleh pengguna
lebih jelas karena kita tau pada saluran kabel telephone sendiri memiliki jarak
tempuh yang cukup jauh sehingga repeater telephone akan sangat memudahkan
sekali.
2)
Optical Communications Repeater
Kedua
ada Optical Communications Cepeater , merupakan sebuah perangkat yang akan
memperkuat suatu jangkauan sinyal didalam kabel fiber optic yang berbentuk
pulsa cahaya yang terbentuk dari foton.
Ketika
hendak memperkuat sinyal, seperti kita tau didalam kabel fiber optic
tersebut terdapat fototransistor yang mana fungsinya ialah sebagai pengubah
pulsa cahaya menjadi sinyal elektrik dan kemudian sinyal akan diperkuat oleh
amplifer lalu sinyal elektrik tersebut akan diulang untuk dikembalikan kedalam
pulsa sinyal oleh bantuan sinar laser.
Namun
seperti banyak kita tau untuk sekarang ini dari kebanyakan kabel fiber optic
tanpa melakukan suatu transformasi pulsa ke sinyal pun sudah dapat melakukan
suatu penguatan sinyal.
3)
Radio Repeater
Pada jenis
ini repeater berguna sebagai pemerkuat sinyal wifi. Pada repeater radio akan
menerima sinyal dan merubah frekuensinya sebelum sinyal di pancarkan kembali.
Repeater radio mampu menembus penghalang yang menghalangi koneksi server wifi
dengan perangkat komputer.
Tentunya
perangkat ini banyak sekali digunakan dalam penggunaan wifi dan untuk
pembahasannya ialah kita akan lebih fokus kepada radio repeater karena ini merupakan
salah satu pembahasan utama pada artikel ini.
c. Fungsi Repeater
1)
Memperluas daya jangkau signal
server
Fungsi yang
pertama dari alat ini adalah untuk memperluas daya jangkau singnal. Jika signal
lemah, maka daya jangkaunya akan lebih sempit, sedangkan ketika signal kuat
maka daya jangkaunya akan lebih luas.
2) Mengcover berbagai wilayah minim signal dari server
Dengan
menggunakan repeater, maka daerah yang minim signal dapat dapat lebih mudah
untuk mendapatkan signal. Hal ini dikarenakan, signal yang lemah dibuat menjadi
lebih kuat oleh alat ini.
3) Memudahkan akses signal WiFi
Dengan
signal yang lebih kuat tentunya para pengguna perangkat yang membutuhkan signal
dapat lebih mudah mengakses signal tersebut. Salah satu penerapan dari alat ini
adalah pada signal WiFi.
4) Meneruskan dan memaksimalkan signal
Fungsi yang
keempat adalah meneruskan dan memaksimalkan signal. Dalam fungsi ini, repeater
bekerja dengan cara menangkap, mengelola, memperbesar, dan meneruskan signal ke
berbagai perangkat jaringan yang ada di sekitar alat ini.
5) Memudahkan proses pengiriman dan penerimaan data
Dengan
signal yang lebih kuat proses pengiriman dan penerimaan data antar sesama
pengguna perangkat jaringan ataupun yang melalui jaringan dapat dilakukan
dengan lebih cepat. Hal ini dapat diibaratkan seperti halnya ketika mobil
melaju di jalan tol (ketika menggunakan repeater).
6) Meminimalisir penggunaan kabel jaringan
Sistem kerja
dari repeater adalah melalui signal wireless. Dengan menggunakan alat ini, maka
penggunaan kabel yang ribet dan semrawut dapat dihindari.
- BRIDGE
a.
Pengertian
Bridge merupakan perangkat jaringan
yang digunakan sebagai media pemecah jaringan yang besarke jaringan lainnya,
dengan kata lain Brige adalah media yang dapat menghubungkan jaringan komputer
LAN dengan jaringan LAN lainnya.
Namun bridge juga dapat
menghubungkan tipe jaringan komputer berbeda-beda seperti misalnya jaringan
Ethernet dan fast ethernet, ataupun tipe jaringan yang sama lainnya.
Bridge bekerja dengan mengenali
alamat MAC asal yang mentransmisikan data ke jaringan dan secara otomatis
membangun sebuah table internal. Tabel internal tersebut berfungsi untuk
menentukan ke segmen mana paket di route dan menyediakan kemampuan filtering.
b.
Contoh
Jenis-Jenis Bridge
1)
Bridge Lokal
Yaitu Bridge
yang dapat menghubungkan segmen-segmen jaringan lokal. Bridge yang mampu
mengkoneksikan media kabel yang satu dengan media kabel lainnya, contoh
penggunaannya dapat dilihat pada hub,switch, atau modem.
2) Bridge Remote
Merupakan
bridge yang digunakan untuk membuat sebuah sambungan (link) antara LAN untuk
membuat sebuah Wide Area Network.
3) Bridge Nirkabel
Adalah
Bridge yang dapat menggabungkan jaringan LAN kabel dan jaringan LAN nirkabel
atau beberapa media yang koneksinya media wireless.
c.
Fungsi Bridge
Secara umum, bridge adalah alat yang
berfungsi untuk menghubungkan dua jaringan. Bridge juga berfungsi untuk memecah
satu jaringan yang besar menjadi dua jaringan lebih kecil sehingga akan
meningkatkan performa jaringan. Fungsi bridge lainnya secara detail dapat
dijabarkan dalam beberapa poin berikut :
1)
Sebagai Penghubung Dua Jaringan di
Tempat Jauh
Secara geografis, misalnya saja di
sebuah universitas, terdapat beberapa bangunan yang terpisah cukup jauh. Akan
lebih ekonomis untuk memiliki LAN yang terpisah di masing-masing bangunan dan
menghubungkannya dengan bridge, dibanding jika harus menyambungkan semua tempat
dengan menggunakan kabel koaksial.
2)
Otonomi dari Masing-masing Jaringan
Seperti di jaringan perkantoran,
setiap departemen memiliki kepentingannya masing-masing, memiliki komputer
pribadi, workstation, dan servernya sendiri. Setiap departemen yang tujuan
berbeda akan lebih baik dengan jaringan yang berbeda namun terhubung dengan
menggunakan bridge.
3)
Untuk Mengakomodasi Beban Jaringan
Misalkan di sebuah universitas
banyak workstation yang kelebihan beban karena banyak dipakai oleh mahasiswa
dan dosen untuk dipakai meminta file yang berada di mesin file server untuk
diunduh ke mesin pengguna berdasarkan permintaan. Jika ukuran file besar, maka
akan menghambat penyimpanan di LAN tunggal, sehingga akan lebih baik
menggunakan dua LAN yang dihubungkan dengan bridge.
- NETWORK INTERFACE CARD (NIC)
a.
Pengertian
Network Interface Card (NIC)
NIC
(Network Interface Card) adalah/ NIC (Network Interface Card) yaitu/ NIC
(Network Interface Card) merupakan/ yang dimaksud NIC (Network Interface Card)/
arti NIC (Network Interface Card)/ definisi NIC (Network Interface Card).
NIC (Network Interface Card) atau kartu
jaringan adalah salah satu perangkat yang menyediakan media untuk
menghubungkan antarkomputer. Kebanyakan kartu jaringan berbentuk/ berbasis
kartu internal, yaitu kartu jaringan yang dipasang pada slot ekspansi di dalam
komputer. NIC berfungsi sebagai piranti yang menyambungkan kabel jaringan
dengan komputer dan sebagai piranti yang menyediakan alamat jaringan secara
fisik.
Perangkat NIC populer dengan istilah LAN Card, umumnya berupa kartu yang dipasangkan ke dalam slot motherboard komputer berupa kartu dengan bus ISA, bus PCI, bus EISA, bus MCA, atau bus PCI Express. NIC fisik juga dapat berupa kartu eksternal yang berupa kartu dengan bus USB, bus serial, bus paralel, atau express card sehingga meningkatkan mobilitas bagi pengguna.
Perangkat NIC populer dengan istilah LAN Card, umumnya berupa kartu yang dipasangkan ke dalam slot motherboard komputer berupa kartu dengan bus ISA, bus PCI, bus EISA, bus MCA, atau bus PCI Express. NIC fisik juga dapat berupa kartu eksternal yang berupa kartu dengan bus USB, bus serial, bus paralel, atau express card sehingga meningkatkan mobilitas bagi pengguna.
b.
Contoh
Jenis-Jenis NIC
Kartu
jaringan adalah satu dari sekian banyaknya perangkat jaringan yng bekerja pada
layer Physical serta Data Link, yng menghubungkan komputer yang dengannya
perangkat jaringan lain-lainnya yng biasanya berupa Switch LAN. Kartu LAN ini
dikoneksikan ke Switch melalui media kabel jaringan, yng umum saat ini ini
merupakan kabel UTP Cat5e (kabel standard UTP yng mendukung kecepatan Gigabit).
Pada
biasanya kartu jaringan ada yng telah built-in yang dengannya Motherboard dari
komputer ataupun laptop, namun tidak sedikit komputer rakitan sendiri tak
memasukkan kartu jaringan pada motherboardnya, jadi kamu Perlu membeli sendiri
kartu jaringan yang telah di sebutkan – cuma bila kamu akan mempergunakan
komputer yang telah di sebutkan terhubung yang dengannya system jaringan local.
1)
PCI Adapter
PCI
(Peripheral Component Interconnect) merupakan bus yng pada awal mulanya
didesign bagi atau bisa juga dikatakan untuk menggantikan Bus ISA/EISA yng
dipakai dalam system komputer IBM. Dirilis pertama kali tahun 1992 serta masih
tidak sedikit dipakai hingga saat ini ini bagi atau bisa juga dikatakan untuk
komputer desktop yng memiliki slot PCI tentunya. Dari jenis adapter jaringan
ada dua jenis pemakaian yakni yng bagi atau bisa juga dikatakan untuk adapter
jaringan kabel serta bagi atau bisa juga dikatakan untuk adapter jaringan
wireless ataupun jaringan nirkabel. Gambar berikut menunjukan slot PCI pada
motherboard komputer serta kartu jaringan PCI bagi atau bisa juga dikatakan
untuk LAN serta bagi atau bisa juga dikatakan untuk wireless.
2)
USB Adapter
USB
(Universal Serial Bus) merupakan standard Bus serial yng memiliki design
asimmetris serta di design menjdai slot yng Amat praktis bagi atau bisa juga
dikatakan untuk menghilang-kan perlunya tambahan slot PCI pada komputer. USB
memiliki kemampuan PnP (Plug and Play – pasang serta mainkan) menjadikan era
dipasang di komputer tak memerlukan suatu reboot komputer. Kartu jaringan
wireless USB, yng tidak sedikit dipakai lantaran sifatnya yng praktis serta tidak
sedikit dipakai bagi atau bisa juga dikatakan untuk kartu jaringan wireless.
Tak ada kartu jaringan LAN yng memakai slot USB kecuali yng dari jenis
wireless.
Kartu
jaringan wireless ini ada beberapa jenis bergantung standard technology yng
dipakai, meliputi:
a)
Kartu
jaringan USB wireless-B yng beroperasi didasari standard Wireless 802.11B serta
bekerja yang dengannya kecepatan maksimum 11 Mbps mempergunakan frequency band
2,4 GHz, membagikan jaringan yang dengannya kapasitas keluaran secara real
hingga 7 Mbps. Memiliki jangkauan yng tidak jelek alias bagus namun gampang
dipengaruhi oleh interferensi radio.
b)
Kartu
jaringan USB wireless-G yng beroperasi didasari standard Wireless 802.11G serta
bekerja yang dengannya kecepatan maksimum 54 Mbps, yng adalah pengembangan dari
versi 802.11b. Ada beberapa model yng mempergunakan technology wireless-G ini
yng dipercepat yang dengannya ditambah teknologi MIMO yng mampu menghasilkan
kecepatan hingga 180 Mbps ideal.
c) Kartu jaringan USB wireless-N yng
mempergunakan standard technology wireless paling cepat era ini yakni draft
802.11N. meskipun masih draft (belum final) namun hampir seluruh pabrik pembuat
piranti wireless mengadopsi technology ini. Kamu tak butuh khawatir masalah
compatibility dari standard wireless-N ini lantaran setiap produk wireless-N
yng lulus uji certifikasi “Wi-Fi Certified” berguna dia telah teruji
kompatibilitynya yang dengannya jaringan standard sebelumnya 802.11B/G. umumnya
ditandai yang dengannya ciri certifikasi “Wi-Fi Certified”. Jenis USB adapter
wireless ini biasa dipakai baik bagi atau bisa juga dikatakan untuk komputer
desktop ataupun notebook. Gambar yang akan di sajikan kali ini menunjukan
beberapa model kartu jaringan USB serta ciri certifikasi “Wi-Fi Certified” baik
bagi atau bisa juga dikatakan untuk wireless-G (yng compatible yang dengannya
wireless-B) ataupun yng bagi atau bisa juga dikatakan untuk wireless-N (yng
compatible yang dengannya wireless-B/G).
Ada pula beberapa model piranti USB
ini menggabungkan technology 802.11N serta 802.11A mengahsilkan adapter
wireless –N yang dengannya dual-band 2,4 GHz serta 5 GHz yng umumnya bekerja
secara simultan, memungkinkan kamu memakai frequency band 5 GHz bagi atau bisa
juga dikatakan untuk kebutuhan applikasi ataupun aktivitas yng memerlukan
bandwidth intensif yng tinggi semisal streaming High Definition media. Jaringan
yang dengannya frequency band 5 GHz ini relative lebih kebal terhadap
interferensi dari frequency band 2,4 GHz dimana frequency 2,4 GHz ini tidak
sedikit dipakai oleh perlengkapan keluarga semisal cordless phone, open
microwave, pembuka garasi automatis, dll. Bagi atau bisa juga dikatakan untuk
adapter wireless dual band kamu mampu memilih bagi atau bisa juga dikatakan
untuk bekerja di 2.4GHz ataupun 5GHz band bergantung jaringan kamu.
3)
CardBus /PCMCIA
Kartu
jaringan Cardbus ataupun PCMCIA yng dipakai pada slot Cardbus ataupun PCMCIA
dari notebook. Kartu jaringan dari jenis Cardbus ini lebih tidak sedikit
dipakai bagi atau bisa juga dikatakan untuk kartu jaringan wireless pula, meskipun
pada awal mulanya tidak sedikit diproduksi adapter LAN yang dengannya speed 10
Mbps di era laptop jaman dulu yng tak dilengkapi yang dengannya kartu jaringan
onboard, saat ini telah tak ada lagi.
4)
ExpressCard
Kartu
jaringan dari jenis ExpressCard merupakan jenis baru yng mulai tidak sedikit
diadopsi oleh notebook belakangan ini mulai akhir tahun 2006-an. Keuntungan
utama dari technology ExpressCard dibanding CardBus merupakan peningkatan
bandwidth yng Amat dramatis dibanding technology Cardbus. Mengapa begitu? Kartu
jaringan ExpressCard memiliki koneksi langsung kepada system bus melalui suatu
jalur X1 Express PCI serta USB 2.0, sedangkan Cardbus mempergunakan controller
interface yng cuma memakai interface PCI.
ExpressCard
memiliki kapasitas keluaran bandwidth maksimum hingga 2,5 Gigabit per second
melalui PCI Express serta keluaran dari USB 2.0 hingga 480 Mbps khusus bagi
atau bisa juga dikatakan untuk masing-2 slot ExpressCard. Sementara bagi atau
bisa juga dikatakan untuk Cardbus mempergunakan share bus yang dengannya
keluaran maksimum hingga 1,06 Gigabits per second saja secara sharing
bersama-sama. Sementara itu, power yng dipakai hampir separuh (1.5 V serta 3.3
V) dari power yng dipakai Cardbus (3.3 V serta 5.0 V).
Disamping
bagi atau bisa juga dikatakan untuk wireless-N ExpressCard adapter, jenis kartu
jaringan ExpressCard ini pula ada yng dipakai bagi atau bisa juga dikatakan
untuk ExpressCard Gigabit LAN adapter yang dengannya konektor RJ-45. Yang
dengannya kartu jaringan ExpressCard LAN ini memungkinkan kamu melakukan
koneksi ke jaringan Gigabit Switch yang dengannya stabilitas yng ultra-solid
pada kecepatan tinggi. Amat tidak jelek alias bagus bagi atau bisa juga
dikatakan untuk activitas yng butuh bandwidth berlebihan semisal media high definition
(HD media), publishing media mempunyai kualitas tinggi, jaringan berkapasitas
tinggi, data sharing ataupun database.
Hampir
seluruh komputer desktop ataupun notebook telah dilengkapi yang dengannya
adapter kartu jaringan, khusus bagi atau bisa juga dikatakan untuk laptop
ataupun notebook disamping dilengkapi adapter onboard NIC, orang-orang pula
telah dilengkapi yang dengannya Wi-Fi baik yng berbasis 802.11B/G ataupun yng
seri terbaru telah dilengkapi yang dengannya Wi-Fi berbasis 802.11N yng pula compatible
yang dengannya 802.11B/G.
5)
PCI Express USB 3.0 Adapter
Sejak 2006,
telah mulai tidak sedikit produk computer yng melengkapi motherboardnya yang
dengannya PCIexpress yang dengannya tersedianya slot PCIe. Saat ini ini tidak
sedikit produk yng memanfa’atkan slot PCIe ini antara lain USB port PCI Express
adapter. PCIe adapter ini mengusung port USB 3.0 SuperSpeed. Lihat pula
mengenal lebih dekat USB 3.0.
Salah semisal dari adapter PCIe USB 3.0 ini merupakan TRENDnet 2-Port USB 3.0 PCI Express Adapter TU3-H2PIE. USB 3.0 ini PCI adapter ini memiliki 2 port type A yng mampu dipakai pada komputer yng memiliki slot PCI Express. Adapter ini dilengkapi yang dengannya konektor power dari PC 4-pin bagi atau bisa juga dikatakan untuk memberikan kekuatan power kepada perangkat USB yng terhubung kepada USB portnya. Kecepatan data transfer sungguh luar biasa hingga 5 Gbps lebih dari 10 kali lipat kecepatan transfer rate dari USB 2.0 yng cuma hingga 480 Mbps. Tentunya port USB ini mampu dipakai pula (compatible) yang dengannya perangkat USB type 2.0. Tentunya kalau dpakai pada perangkat USB 2.0 kecepatannya yach mengikuti jenis USB 2.0. Jadi kecepatan transfer rate mampu maksimum andai mempergunakan perangkat USB 3.0 pula misal external Hard disk dari Iomega eGo 2 TB USB 3.0.
Salah semisal dari adapter PCIe USB 3.0 ini merupakan TRENDnet 2-Port USB 3.0 PCI Express Adapter TU3-H2PIE. USB 3.0 ini PCI adapter ini memiliki 2 port type A yng mampu dipakai pada komputer yng memiliki slot PCI Express. Adapter ini dilengkapi yang dengannya konektor power dari PC 4-pin bagi atau bisa juga dikatakan untuk memberikan kekuatan power kepada perangkat USB yng terhubung kepada USB portnya. Kecepatan data transfer sungguh luar biasa hingga 5 Gbps lebih dari 10 kali lipat kecepatan transfer rate dari USB 2.0 yng cuma hingga 480 Mbps. Tentunya port USB ini mampu dipakai pula (compatible) yang dengannya perangkat USB type 2.0. Tentunya kalau dpakai pada perangkat USB 2.0 kecepatannya yach mengikuti jenis USB 2.0. Jadi kecepatan transfer rate mampu maksimum andai mempergunakan perangkat USB 3.0 pula misal external Hard disk dari Iomega eGo 2 TB USB 3.0.
Masih ada
satu lagi, mini PCI-Express card wireless adapter. Adapter ini biasa diselipkan
di slot mini PCI di laptop yng umum dipakai pada kebanykan laptop bagi atau
bisa juga dikatakan untuk Wi-Fi adapter nya. Jenis ini tak umum buat user
lantaran Perlu membongkar laptop yng tak mungkin di lakukan oleh user
kebanykan.
c.
Fungsi NIC
Seperti
sudah disebutkan sebelumnya, selain memiliki tugas utama sebagai converter atau
pengubah aliran data yang berbentuk parallel menjadi aliran data yang berbentuk
serial, NIC ini juga memiliki beberapa fungsi lainnya. Secara teoritis, ada
beberapa fungsi dari NIC ini di dalam sebuah jaringan komputer.
Berikut ini
adalah beberapa fungsi dari NIC atau Network Interface Card di dalam
jaringan komputer secara teoritis :
1)
Sebagai media pengirim data dari satu komputer ke komputer lainnya
Secara
teoritis, Network Interface Card memilki fungsi yang penting untuk mengirimkan
data dari sebuah komputer menuju komputer lainnya. Fungsi pengiriman data ini
biasanya merupakan tugas dan juga fungsi dari sebuah komputer server, dimana
komputer server bertugas untuk menyediakan data dan juga berbagai permintaan
akan transmisi data yang direquest oleh klien atau user.
Dengan
adanya NIC ini, maka server dapat mengolah data yang dibutuhkan oleh klien atau
user, dan kemudian mengirimkannya ke user, dengan alur yang berawal dari NIC
milik server, diteruskan melalui sebuah kabel jaringan, yang kemudian diterima
oleh NIC milik user atau klien.
2)
Sebagai pengontrol data flow antar komputer yang menggunakan sistem kabel
jaringan
Selain dapat
melakukan pengiriman data secara teoritis Network Interface Card juga memiliki
fungsi lainnya, yaitu sebagai pengontrol data flow atau aliran data dari sebuah
jaringan komputer, terutama yang menggunakan sistem jaringan kabel. Hal ini
merupakan fungsi yang sangat penting, dimana NIC dapat membantu menjaga agar
data yang dikeluarkan dan juga diterima tidak berlebihan.
Selain itu
juga dapat membantu mencegah terjadinya kepadatan arus informasi dan data yang
mengalir di dalam sebuah jaringan komputer, terutama yang menggunakan jaringan
kabel.
3)
Menerima data dari komputer lain
Apabila
fungsi nomor 1 mengacu kepada fungsi yang dimiliki oleh sebuah server di dalam
jaringan komputer, maka pada point ini, fungsi dari sebuah Network Interface
Card berada pada komputer client atau user. Ketika bertindak dan bekerja di
dalam komputer yang merupakan komputer client atau server, maka
NIC berfungsi untuk menerima data dan informasi yang sudah ditransmisikan
oleh server di dalam jaringan. Dengan begitu, setiap data yang mengalir dan
juga ditransmisikan akan bisa diterima oleh komputer user atau klien.
4)
Menterjemahkan data menjadi bentuk bit, sehingga dapat dimengerti oleh
komputer penerima
Fungsi
lainnya dari NIC secara teoritis adalah melakukan konversi. Konversi ini
meruapakan sebuah proses perubahan, yang dilakukan oleh NIC untuk mengubah
aliran data di dalam sebuah jaringan menjadi bentuk bit. Bit merupakan
bentuk atau formata yang bisa dibaca dan juga diolah oleh sebuah komputer,
sehingga data yang ditransmisikan tersebut menjadi berguna dan akhirnya bisa
diolah dan juga dibaca baik oleh komputer penerima ataupun komputer pengirim.
Selain
fungsi secara teoritis, Network Interface Card juga memiliki banyak fungsi
praktis. Fungsi praktis merupakan fungsi dari Network Interface Card yang
mengarah kepada penggunaan sehari – hari di dalam sebuah jaringan. Kita juga
bisa menyebut fungsi praktis dari NIC ini dengan istilah manfaat dari NIC.
#shantouz-kucel
#shantouz-kucel












Post a Comment