BREAKING NEWS

Contact

Thursday, April 4, 2019

PERANGKAT JARINGAN (REPEATER, BRIDGE DAN NETWORK INTERFACE CARD)




Pada kali ini saya akan membahas mengenai pengertian, fungsi, contoh-contoh dan juga jenis-jenis dari repeater, bridge dan Network Interface Card (NIC) yang harus kalian tau khususnya untuk teman sekalian yang sedang belajar tentang perangkat jaringan.

1.     Repeater

a.      Pengertian Repeater
Repeater atau sebuah perangkat keras jaringan yang berguna sebagai pemerluas sebuah jaringan. Seperti halnya ketika kalian terhubung dengan koneksi internet wifi misalnya, namun pada kasus tersebut kalian berada di ruangan dengan sekat atau pemisah ruang antar komputer dengan server jaringan.  Nah di sinilah peranan repeater berlangsung .
Repeater akan memudahkan kalian dalam menangkap sebuah sinyal jaringan yang besar, namun perlu kalian tau kalau semakin kencang sebuah jaringan maka akan semakin luas pula jangkauan repeater namun jika kecepatan jaringan mengecil maka akan semakin sempit pula jangkauannya sehingga poin sinyal yang kalian dapatkan pun jadi berkurang.

b.      Contoh Jenis-Jenis Repeater
Sebelum mulai ke bagian pembahasan mengenai fungsi dan juga cara kerja repeater , ada jenis-jenis repeater yang menarik untuk di bahas dan tentunya ini wajib untuk kalian ketahui yang di antaranya ialah sebagai berikut.
1)      Telephone Repeater

Seperti namanya yaitu repeater telephone, ini merupakan sebuah perangkat repeater yang digunakan sebagai penerima sinyal agar sinyal yang di terima oleh pengguna lebih jelas karena kita tau pada saluran kabel telephone sendiri memiliki jarak tempuh yang cukup jauh sehingga repeater telephone akan sangat memudahkan sekali.
2)      Optical Communications Repeater

Kedua ada Optical Communications Cepeater , merupakan sebuah perangkat yang akan memperkuat suatu jangkauan sinyal didalam kabel fiber optic yang berbentuk pulsa cahaya yang terbentuk dari foton.
Ketika hendak memperkuat sinyal, seperti kita tau didalam kabel fiber optic tersebut terdapat fototransistor yang mana fungsinya ialah sebagai pengubah pulsa cahaya menjadi sinyal elektrik dan kemudian sinyal akan diperkuat oleh amplifer lalu sinyal elektrik tersebut akan diulang untuk dikembalikan kedalam pulsa sinyal oleh bantuan sinar laser.
Namun seperti banyak kita tau untuk sekarang ini dari kebanyakan kabel fiber optic tanpa melakukan suatu transformasi pulsa ke sinyal pun sudah dapat melakukan suatu penguatan sinyal.
3)      Radio Repeater

Pada jenis ini repeater berguna sebagai pemerkuat sinyal wifi. Pada repeater radio akan menerima sinyal dan merubah frekuensinya sebelum sinyal di pancarkan kembali. Repeater radio mampu menembus penghalang yang menghalangi koneksi server wifi dengan perangkat komputer.
Tentunya perangkat ini banyak sekali digunakan dalam penggunaan wifi dan untuk pembahasannya ialah kita akan lebih fokus kepada radio repeater karena ini merupakan salah satu pembahasan utama pada artikel ini.

c.       Fungsi Repeater
1)      Memperluas daya jangkau signal server
Fungsi yang pertama dari alat ini adalah untuk memperluas daya jangkau singnal. Jika signal lemah, maka daya jangkaunya akan lebih sempit, sedangkan ketika signal kuat maka daya jangkaunya akan lebih luas.
2)      Mengcover berbagai wilayah minim signal dari server
Dengan menggunakan repeater, maka daerah yang minim signal dapat dapat lebih mudah untuk mendapatkan signal. Hal ini dikarenakan, signal yang lemah dibuat menjadi lebih kuat oleh alat ini.
3)      Memudahkan akses signal WiFi
Dengan signal yang lebih kuat tentunya para pengguna perangkat yang membutuhkan signal dapat lebih mudah mengakses signal tersebut. Salah satu penerapan dari alat ini adalah pada signal WiFi.
4)      Meneruskan dan memaksimalkan signal
Fungsi yang keempat adalah meneruskan dan memaksimalkan signal. Dalam fungsi ini, repeater bekerja dengan cara menangkap, mengelola, memperbesar, dan meneruskan signal ke berbagai perangkat jaringan yang ada di sekitar alat ini.
5)      Memudahkan proses pengiriman dan penerimaan data
Dengan signal yang lebih kuat proses pengiriman dan penerimaan data antar sesama pengguna perangkat jaringan ataupun yang melalui jaringan dapat dilakukan dengan lebih cepat. Hal ini dapat diibaratkan seperti halnya ketika mobil melaju di jalan tol (ketika menggunakan repeater).
6)      Meminimalisir penggunaan kabel jaringan
Sistem kerja dari repeater adalah melalui signal wireless. Dengan menggunakan alat ini, maka penggunaan kabel yang ribet dan semrawut dapat dihindari.

  1. BRIDGE
a.      Pengertian
Bridge merupakan perangkat jaringan yang digunakan sebagai media pemecah jaringan yang besarke jaringan lainnya, dengan kata lain Brige adalah media yang dapat menghubungkan jaringan komputer LAN dengan jaringan LAN lainnya. 
Namun bridge juga dapat menghubungkan tipe jaringan komputer berbeda-beda seperti misalnya jaringan Ethernet dan fast ethernet, ataupun tipe jaringan yang sama lainnya.
Bridge bekerja dengan mengenali alamat MAC asal yang mentransmisikan data ke jaringan dan secara otomatis membangun sebuah table internal. Tabel internal tersebut berfungsi untuk menentukan ke segmen mana paket di route dan menyediakan kemampuan filtering.

b.      Contoh Jenis-Jenis Bridge
1)      Bridge Lokal
Yaitu Bridge yang dapat menghubungkan segmen-segmen jaringan lokal. Bridge yang mampu mengkoneksikan media kabel yang satu dengan media kabel lainnya, contoh penggunaannya dapat dilihat pada hub,switch, atau modem.
2)      Bridge Remote
Merupakan bridge yang digunakan untuk membuat sebuah sambungan (link) antara LAN untuk membuat sebuah Wide Area Network.
3)      Bridge Nirkabel
Adalah Bridge yang dapat menggabungkan jaringan LAN kabel dan jaringan LAN nirkabel atau beberapa media yang koneksinya media wireless.

c.       Fungsi Bridge
Secara umum, bridge adalah alat yang berfungsi untuk menghubungkan dua jaringan. Bridge juga berfungsi untuk memecah satu jaringan yang besar menjadi dua jaringan lebih kecil sehingga akan meningkatkan performa jaringan. Fungsi bridge lainnya secara detail dapat dijabarkan dalam beberapa poin berikut :
1)       Sebagai Penghubung Dua Jaringan di Tempat Jauh
Secara geografis, misalnya saja di sebuah universitas, terdapat beberapa bangunan yang terpisah cukup jauh. Akan lebih ekonomis untuk memiliki LAN yang terpisah di masing-masing bangunan dan menghubungkannya dengan bridge, dibanding jika harus menyambungkan semua tempat dengan menggunakan kabel koaksial.
2)      Otonomi dari Masing-masing Jaringan
Seperti di jaringan perkantoran, setiap departemen memiliki kepentingannya masing-masing, memiliki komputer pribadi, workstation, dan servernya sendiri. Setiap departemen yang tujuan berbeda akan lebih baik dengan jaringan yang berbeda namun terhubung dengan menggunakan bridge.
3)      Untuk Mengakomodasi Beban Jaringan
Misalkan di sebuah universitas banyak workstation yang kelebihan beban karena banyak dipakai oleh mahasiswa dan dosen untuk dipakai meminta file yang berada di mesin file server untuk diunduh ke mesin pengguna berdasarkan permintaan. Jika ukuran file besar, maka akan menghambat penyimpanan di LAN tunggal, sehingga akan lebih baik menggunakan dua LAN yang dihubungkan dengan bridge.

  1. NETWORK INTERFACE CARD (NIC)
a.      Pengertian Network Interface Card (NIC)
NIC (Network Interface Card) adalah/ NIC (Network Interface Card) yaitu/ NIC (Network Interface Card) merupakan/ yang dimaksud NIC (Network Interface Card)/ arti NIC (Network Interface Card)/ definisi NIC (Network Interface Card).
NIC (Network Interface Card) atau kartu jaringan adalah salah satu perangkat yang menyediakan media untuk menghubungkan antarkomputer. Kebanyakan kartu jaringan berbentuk/ berbasis kartu internal, yaitu kartu jaringan yang dipasang pada slot ekspansi di dalam komputer. NIC berfungsi sebagai piranti yang menyambungkan kabel jaringan dengan komputer dan sebagai piranti yang menyediakan alamat jaringan secara fisik.
Perangkat NIC populer dengan istilah LAN Card, umumnya berupa kartu yang dipasangkan ke dalam slot motherboard komputer berupa kartu dengan bus ISA, bus PCI, bus EISA, bus MCA, atau bus PCI Express. NIC fisik juga dapat berupa kartu eksternal yang berupa kartu dengan bus USB, bus serial, bus paralel, atau express card sehingga meningkatkan mobilitas bagi pengguna.

b.      Contoh Jenis-Jenis NIC
Kartu jaringan adalah satu dari sekian banyaknya perangkat jaringan yng bekerja pada layer Physical serta Data Link, yng menghubungkan komputer yang dengannya perangkat jaringan lain-lainnya yng biasanya berupa Switch LAN. Kartu LAN ini dikoneksikan ke Switch melalui media kabel jaringan, yng umum saat ini ini merupakan kabel UTP Cat5e (kabel standard UTP yng mendukung kecepatan Gigabit).
Pada biasanya kartu jaringan ada yng telah built-in yang dengannya Motherboard dari komputer ataupun laptop, namun tidak sedikit komputer rakitan sendiri tak memasukkan kartu jaringan pada motherboardnya, jadi kamu Perlu membeli sendiri kartu jaringan yang telah di sebutkan – cuma bila kamu akan mempergunakan komputer yang telah di sebutkan terhubung yang dengannya system jaringan local.
1)      PCI Adapter

PCI (Peripheral Component Interconnect) merupakan bus yng pada awal mulanya didesign bagi atau bisa juga dikatakan untuk menggantikan Bus ISA/EISA yng dipakai dalam system komputer IBM. Dirilis pertama kali tahun 1992 serta masih tidak sedikit dipakai hingga saat ini ini bagi atau bisa juga dikatakan untuk komputer desktop yng memiliki slot PCI tentunya. Dari jenis adapter jaringan ada dua jenis pemakaian yakni yng bagi atau bisa juga dikatakan untuk adapter jaringan kabel serta bagi atau bisa juga dikatakan untuk adapter jaringan wireless ataupun jaringan nirkabel. Gambar berikut menunjukan slot PCI pada motherboard komputer serta kartu jaringan PCI bagi atau bisa juga dikatakan untuk LAN serta bagi atau bisa juga dikatakan untuk wireless.
2)      USB Adapter

USB (Universal Serial Bus) merupakan standard Bus serial yng memiliki design asimmetris serta di design menjdai slot yng Amat praktis bagi atau bisa juga dikatakan untuk menghilang-kan perlunya tambahan slot PCI pada komputer. USB memiliki kemampuan PnP (Plug and Play – pasang serta mainkan) menjadikan era dipasang di komputer tak memerlukan suatu reboot komputer. Kartu jaringan wireless USB, yng tidak sedikit dipakai lantaran sifatnya yng praktis serta tidak sedikit dipakai bagi atau bisa juga dikatakan untuk kartu jaringan wireless. Tak ada kartu jaringan LAN yng memakai slot USB kecuali yng dari jenis wireless.
Kartu jaringan wireless ini ada beberapa jenis bergantung standard technology yng dipakai, meliputi:
a)      Kartu jaringan USB wireless-B yng beroperasi didasari standard Wireless 802.11B serta bekerja yang dengannya kecepatan maksimum 11 Mbps mempergunakan frequency band 2,4 GHz, membagikan jaringan yang dengannya kapasitas keluaran secara real hingga 7 Mbps. Memiliki jangkauan yng tidak jelek alias bagus namun gampang dipengaruhi oleh interferensi radio.
b)      Kartu jaringan USB wireless-G yng beroperasi didasari standard Wireless 802.11G serta bekerja yang dengannya kecepatan maksimum 54 Mbps, yng adalah pengembangan dari versi 802.11b. Ada beberapa model yng mempergunakan technology wireless-G ini yng dipercepat yang dengannya ditambah teknologi MIMO yng mampu menghasilkan kecepatan hingga 180 Mbps ideal.
c)      Kartu jaringan USB wireless-N yng mempergunakan standard technology wireless paling cepat era ini yakni draft 802.11N. meskipun masih draft (belum final) namun hampir seluruh pabrik pembuat piranti wireless mengadopsi technology ini. Kamu tak butuh khawatir masalah compatibility dari standard wireless-N ini lantaran setiap produk wireless-N yng lulus uji certifikasi “Wi-Fi Certified” berguna dia telah teruji kompatibilitynya yang dengannya jaringan standard sebelumnya 802.11B/G. umumnya ditandai yang dengannya ciri certifikasi “Wi-Fi Certified”. Jenis USB adapter wireless ini biasa dipakai baik bagi atau bisa juga dikatakan untuk komputer desktop ataupun notebook. Gambar yang akan di sajikan kali ini menunjukan beberapa model kartu jaringan USB serta ciri certifikasi “Wi-Fi Certified” baik bagi atau bisa juga dikatakan untuk wireless-G (yng compatible yang dengannya wireless-B) ataupun yng bagi atau bisa juga dikatakan untuk wireless-N (yng compatible yang dengannya wireless-B/G).
Ada pula beberapa model piranti USB ini menggabungkan technology 802.11N serta 802.11A mengahsilkan adapter wireless –N yang dengannya dual-band 2,4 GHz serta 5 GHz yng umumnya bekerja secara simultan, memungkinkan kamu memakai frequency band 5 GHz bagi atau bisa juga dikatakan untuk kebutuhan applikasi ataupun aktivitas yng memerlukan bandwidth intensif yng tinggi semisal streaming High Definition media. Jaringan yang dengannya frequency band 5 GHz ini relative lebih kebal terhadap interferensi dari frequency band 2,4 GHz dimana frequency 2,4 GHz ini tidak sedikit dipakai oleh perlengkapan keluarga semisal cordless phone, open microwave, pembuka garasi automatis, dll. Bagi atau bisa juga dikatakan untuk adapter wireless dual band kamu mampu memilih bagi atau bisa juga dikatakan untuk bekerja di 2.4GHz ataupun 5GHz band bergantung jaringan kamu.
3)      CardBus /PCMCIA

Kartu jaringan Cardbus ataupun PCMCIA yng dipakai pada slot Cardbus ataupun PCMCIA dari notebook. Kartu jaringan dari jenis Cardbus ini lebih tidak sedikit dipakai bagi atau bisa juga dikatakan untuk kartu jaringan wireless pula, meskipun pada awal mulanya tidak sedikit diproduksi adapter LAN yang dengannya speed 10 Mbps di era laptop jaman dulu yng tak dilengkapi yang dengannya kartu jaringan onboard, saat ini telah tak ada lagi.

4)      ExpressCard
Kartu jaringan dari jenis ExpressCard merupakan jenis baru yng mulai tidak sedikit diadopsi oleh notebook belakangan ini mulai akhir tahun 2006-an. Keuntungan utama dari technology ExpressCard dibanding CardBus merupakan peningkatan bandwidth yng Amat dramatis dibanding technology Cardbus. Mengapa begitu? Kartu jaringan ExpressCard memiliki koneksi langsung kepada system bus melalui suatu jalur X1 Express PCI serta USB 2.0, sedangkan Cardbus mempergunakan controller interface yng cuma memakai interface PCI.
ExpressCard memiliki kapasitas keluaran bandwidth maksimum hingga 2,5 Gigabit per second melalui PCI Express serta keluaran dari USB 2.0 hingga 480 Mbps khusus bagi atau bisa juga dikatakan untuk masing-2 slot ExpressCard. Sementara bagi atau bisa juga dikatakan untuk Cardbus mempergunakan share bus yang dengannya keluaran maksimum hingga 1,06 Gigabits per second saja secara sharing bersama-sama. Sementara itu, power yng dipakai hampir separuh (1.5 V serta 3.3 V) dari power yng dipakai Cardbus (3.3 V serta 5.0 V).
Disamping bagi atau bisa juga dikatakan untuk wireless-N ExpressCard adapter, jenis kartu jaringan ExpressCard ini pula ada yng dipakai bagi atau bisa juga dikatakan untuk ExpressCard Gigabit LAN adapter yang dengannya konektor RJ-45. Yang dengannya kartu jaringan ExpressCard LAN ini memungkinkan kamu melakukan koneksi ke jaringan Gigabit Switch yang dengannya stabilitas yng ultra-solid pada kecepatan tinggi. Amat tidak jelek alias bagus bagi atau bisa juga dikatakan untuk activitas yng butuh bandwidth berlebihan semisal media high definition (HD media), publishing media mempunyai kualitas tinggi, jaringan berkapasitas tinggi, data sharing ataupun database.
Hampir seluruh komputer desktop ataupun notebook telah dilengkapi yang dengannya adapter kartu jaringan, khusus bagi atau bisa juga dikatakan untuk laptop ataupun notebook disamping dilengkapi adapter onboard NIC, orang-orang pula telah dilengkapi yang dengannya Wi-Fi baik yng berbasis 802.11B/G ataupun yng seri terbaru telah dilengkapi yang dengannya Wi-Fi berbasis 802.11N yng pula compatible yang dengannya 802.11B/G.
5)      PCI Express USB 3.0 Adapter

Sejak 2006, telah mulai tidak sedikit produk computer yng melengkapi motherboardnya yang dengannya PCIexpress yang dengannya tersedianya slot PCIe. Saat ini ini tidak sedikit produk yng memanfa’atkan slot PCIe ini antara lain USB port PCI Express adapter. PCIe adapter ini mengusung port USB 3.0 SuperSpeed. Lihat pula mengenal lebih dekat USB 3.0.
Salah semisal dari adapter PCIe USB 3.0 ini merupakan TRENDnet 2-Port USB 3.0 PCI Express Adapter TU3-H2PIE. USB 3.0 ini PCI adapter ini memiliki 2 port type A yng mampu dipakai pada komputer yng memiliki slot PCI Express. Adapter ini dilengkapi yang dengannya konektor power dari PC 4-pin bagi atau bisa juga dikatakan untuk memberikan kekuatan power kepada perangkat USB yng terhubung kepada USB portnya. Kecepatan data transfer sungguh luar biasa hingga 5 Gbps lebih dari 10 kali lipat kecepatan transfer rate dari USB 2.0 yng cuma hingga 480 Mbps. Tentunya port USB ini mampu dipakai pula (compatible) yang dengannya perangkat USB type 2.0. Tentunya kalau dpakai pada perangkat USB 2.0 kecepatannya yach mengikuti jenis USB 2.0. Jadi kecepatan transfer rate mampu maksimum andai mempergunakan perangkat USB 3.0 pula misal external Hard disk dari Iomega eGo 2 TB USB 3.0.
Masih ada satu lagi, mini PCI-Express card wireless adapter. Adapter ini biasa diselipkan di slot mini PCI di laptop yng umum dipakai pada kebanykan laptop bagi atau bisa juga dikatakan untuk Wi-Fi adapter nya. Jenis ini tak umum buat user lantaran Perlu membongkar laptop yng tak mungkin di lakukan oleh user kebanykan.

c.       Fungsi NIC
Seperti sudah disebutkan sebelumnya, selain memiliki tugas utama sebagai converter atau pengubah aliran data yang berbentuk parallel menjadi aliran data yang berbentuk serial, NIC ini juga memiliki beberapa fungsi lainnya. Secara teoritis, ada beberapa fungsi dari NIC ini di dalam sebuah jaringan komputer.
Berikut ini adalah beberapa fungsi dari NIC atau Network Interface Card di dalam jaringan komputer secara teoritis :

1)      Sebagai media pengirim data dari satu komputer ke komputer lainnya
Secara teoritis, Network Interface Card memilki fungsi yang penting untuk mengirimkan data dari sebuah komputer menuju komputer lainnya. Fungsi pengiriman data ini biasanya merupakan tugas dan juga fungsi dari sebuah komputer server, dimana komputer server bertugas untuk menyediakan data dan juga berbagai permintaan akan transmisi data yang direquest oleh klien atau user.
Dengan adanya NIC ini, maka server dapat mengolah data yang dibutuhkan oleh klien atau user, dan kemudian mengirimkannya ke user, dengan alur yang berawal dari NIC milik server, diteruskan melalui sebuah kabel jaringan, yang kemudian diterima oleh NIC milik user atau klien.
2)      Sebagai pengontrol data flow antar komputer yang menggunakan sistem kabel jaringan
Selain dapat melakukan pengiriman data secara teoritis Network Interface Card juga memiliki fungsi lainnya, yaitu sebagai pengontrol data flow atau aliran data dari sebuah jaringan komputer, terutama yang menggunakan sistem jaringan kabel. Hal ini merupakan fungsi yang sangat penting, dimana NIC dapat membantu menjaga agar data yang dikeluarkan dan juga diterima tidak berlebihan.
Selain itu juga dapat membantu mencegah terjadinya kepadatan arus informasi dan data yang mengalir di dalam sebuah jaringan komputer, terutama yang menggunakan jaringan kabel.
3)      Menerima data dari komputer lain
Apabila fungsi nomor 1 mengacu kepada fungsi yang dimiliki oleh sebuah server di dalam jaringan komputer, maka pada point ini, fungsi dari sebuah Network Interface Card berada pada komputer client atau user. Ketika bertindak dan bekerja di dalam komputer yang merupakan komputer client atau server, maka NIC berfungsi untuk menerima data dan informasi yang sudah ditransmisikan oleh server di dalam jaringan. Dengan begitu, setiap data yang mengalir dan juga ditransmisikan akan bisa diterima oleh komputer user atau klien.
4)      Menterjemahkan data menjadi bentuk bit, sehingga dapat dimengerti oleh komputer penerima
Fungsi lainnya dari NIC secara teoritis adalah melakukan konversi. Konversi ini meruapakan sebuah proses perubahan, yang dilakukan oleh NIC untuk mengubah aliran data di dalam sebuah jaringan menjadi bentuk bit. Bit merupakan bentuk atau formata yang bisa dibaca dan juga diolah oleh sebuah komputer, sehingga data yang ditransmisikan tersebut menjadi berguna dan akhirnya bisa diolah dan juga dibaca baik oleh komputer penerima ataupun komputer pengirim.
Selain fungsi secara teoritis, Network Interface Card juga memiliki banyak fungsi praktis. Fungsi praktis merupakan fungsi dari Network Interface Card yang mengarah kepada penggunaan sehari – hari di dalam sebuah jaringan. Kita juga bisa menyebut fungsi praktis dari NIC ini dengan istilah manfaat dari NIC.

#shantouz-kucel
 
Copyright © 2014 Santoso

Powered by JoJoThemes